Siapa saja yang beresiko anemia? Beberapa faktor resiko anemia antara lain :
1. Kehilangan darah
Seperti pada periode menstruasi dan pendarahan yang hebat. Kehilangan darah dapat menyebabkan zat besi hilang lebih banyak dari dalam tubuh.
2. Kehamilan dan Menyusui
Sampai saat melahirkan, wanita hamil butuh zat besi sekitar 40mg per hari atau dua kali lipat kebutuhan kondisi saat tidak hamil. Dan ibu menyusui butuh tambahan zat besi 2 mg per hari.
3. Pola Makan
Pola makan tidak teratur, diet ketat dan rendahnya zat besi dalam asupann makanan sehari-hari menyebabkan tubuh tidak dapat memproduksi sel darah merah yang cukup. Pola makan vegetarian yang ketat juga mempunyai resiko tidak mendapatkan cukup zat besi dan vitamin B12 dalam pola makan sehari-harinya.
4. Riwayat Kesehatan Keluarga
Seseorang mempunyai resiko terkena anemia lebih tinggi apabila ada riwayat anemia dalam keluarga.
5. Gangguan Fungsi Organ Dalam
Adanya gangguan fungsi sumsum tulang, pankreas, usus, ginjal atau hati dapat menyebabkan gangguan proses metabolisme zat besi dalam tubuh.
6. Alkohol
Alkohol menyebabkan turunnya penyerapan zat besi dalam tubuh.
7. Anak Balita (Bawah Usia 5 tahun)
1 dari antara 3 balita di Indonesia menderita anemia. Resiko defisiensi zat besi pada balita paling tinggi terjadi pada anak usia 6-24 bulan.
Diberhentikannya ASI secara dini, pemberian susu formula yang tidak difortifikasi zat besi, serta kekurangan sumber zat besi pada makanan padat merupakan faktor penyebab anemia defisiensi zat besi pada anak.
Pada usia ini, anemia defisiensi besi dapat menyebabkan :
- Terganggunya fungsi kognitif dan perkembangan psikomotorik.
- Terganggunya pertumbuhan
- Menurunnya daya tahan tubuh terhadap penyakit
=====================================

>>> K-Link Liquid Chlorophyll Untuk Anemia, Membantu Meningkatkan Jumlah Sel Darah Merah, Menjaga Kadar Hemoglobin Tetap Normal, Meningkatkan Stamina dan Energi Tubuh, Klik Detail Disini!
=====================================