Ciri-Ciri Orang yang Terkena Penyakit Anemia

Ciri-Ciri Orang yang Terkena Penyakit Anemia  – Penyebab anemia adalah jenis penyakit yang umum terjadi pada setiap orang. Kebayakan orang tidak menyadari gejala-gejala dan penyebab anemia, karena gejala anemia dianggap akan mudah teratasi dan akan hilang dengan sendiri. Akan tetapi jika gejala tersebut dibiarkan maka akan mengakibatkan hal yang fatal bagi kesehatan tubuh bahkan dapat menyebabkan kematian.

ciri-ciri orang terkena anemia

Namun masyarakat yang tidak mengerti dunia kedokteran akan menganggap anemia sebagai kurang darah. Penyebab anemia sangatlah berbeda dengan penyebab darah rendah. Mengenai hipotensi adalah tekanan darah yang rendah yang dimana kemampuan otot jantungnya kurang memompa jantung ke seluruh tubuh sehingga dapat menyebabkan kurangnya aliran darah ke jaringan yang harusnya dipendarahi.

Berikut Beberapa Ciri-Ciri Orang yang Terkena Penyakit Anemia

ciri-ciri orang terkena anemia

  1. Tanda utama seseorang mengalami anemia adalah dengan kulit pucat dan kuning pucat yang sangat tidak biasa pada umumnya. Apabila warna kulit anda berubah menjadi kuning atau wajar terlihat sangat pucat, maka anda harus berhati-hati karena hal tersebut bisa jadi anda terkena penyakit anemia.
  2. Lingkaran di bawah mata ialah salah satu tanda bahwa anda mengalami stress. Kurangnya sel darah merah atau kekeurangan hemoglobin dapat menyebabkan tekanan besar yang terjadi pada sistem tubuh dan gejalan anemia itu sendiri sering muncul mulai dari kulit dan mata. Selain dengan lingkaran di bawah mata, mata akan cenderung lebih cekung dan pada bagian bawah mata akan terlihat warna merah agak keputihan dan merupakan tanda dari penyakit anemia.
  3. Tubuh terasa lesu merupakan penurunan oksigen darah satu titik bisa menyebabkan seorang atletik lari dapat kehilangan 30-45 detik dalam waktu perlombaan. Hal tersebut juga dapat anda alami, karena setiap anda merasakan lesu dan kurangnya motivasi untuk melakukan sesuatu hal juga dapat menyebabkan anda terkena anemia. Apabila badan anda sudah lesu maka untuk berdiripun akan sulit atau duduk terlalu lama.
  4. Nyeri di mulut merupakan kekurangan zat besi yang dapat mengarah pada gejala anemia sering memberi tanda ke tubuh dalam mencari zat besi dan bisa saja menjadi penyabab anemia. Dan nyeri di mulut pada umumnya menjadi salah satu gejala anemia yang berhubungan dengan kekurangan zat besi. Oleh karena itu anda harus mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi. Seperti bayam, brokoli dan jenis sayuran lainnya yang mengandung zat besi.
  5. Air seni akan mengalami perubahan warna ketika anda buang air kecil dan warna air seni tersebut tak sama seperti air seni biasanya. Dengan tanda seperti itu maka segeralah anda konsultasi ke dokter. Dan pastikan anda akan melakukan tes darah, untuk memastikan apakah anda terkana anemia atau tidak. penyakit anemia sendiri dapat dicegah namun tergantung dari penyebabnya. Namun, hal yang paling mudah untuk anda lakukan adalah dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi, seperti makanan sereal, daging merah, kuning telur, sayuran yang berwarna hijau, suyuran kuning dan buah-buahan.

sel darah merah – ciri-ciri orang terkena anemia

Adapun tanda-tanda umum penyakit anemia :

  • Selaput merah mata (conjunctiva) terlihat lebih pucat
  • Telapak tangan terkihat putih
  • Bibir akan terlihat lebih pucat, tidak terlihat kemerahan
  • Muka terlihat pucat pasi
  • Kuku tangan dan kuku kaki terlihat sangat pucat / putih
  • Mudah lelah
  • Sering terasa pusing
  • Telinga sering terasa berdengung
  • Merasakan sesak nafas saat melakukan aktivitas
  • Penurunan masalah haid serta bilido
  • Elastisitas kulit akan menurun

Penyakit Anemia Dan Penyebab Anemia :

  1. Anemia Defisiensi besi adalah anemia yang disebabkan oleh kekurangan gizi atau malnutrisi. Anemia kekurangan zat besi disebabkan karena kekurangan asupan zat besi seperti perdarahan pada saat haid atau setelah melahirkan. Anemia jenis ini yang paling umum terjadi sekitar 62 persen dari semua jenis anemia. Kandungan zat besi sangat berperan penting bagi tubuh, karena setiap tubuh manusia sangat membutuhkan zat besi seperti pada bayi, anak-anak, wanita yang sedang hamil, wanita yang sedang haid, dan umumnya terjadi pada setiap orang.
  2. Anemia megaloblastik disebabkan oleh kekurangan asupan vitamin B12 dan kekurangan asam folat, pada anemia jenis ini terjadi sekitar 29%.
  3. Anemia hipoplastik disebabkan karena terjadinya penurunan fungsi sumsum tulang yang membentuk sel-sel darah merah baru. Anemia jenis ini sangat jarang ditemukan pada keseluruhan anemia karena hanya terjadi sekitar 8%.
  4. Anemia hemolitik, dan anemia jenis ini sangat jarang sekali terjadi dengan jumlah hanya sekitar 0.7% kasusnya. Anemia hemolitik disebabkan oleh penghancuran atau pemecahan sel darah merah (hemoglobin) yang lebih cepat dari pembuatannya.

Namun yang terpenting adalah, bahwa anemia tidak boleh anda sepelekan karena dengan membiarkan gejala anemia tersebut dapat membahayakan kesehatan anda. termasuk juga pada ibu hamil yang bisa maningkatkan resiko pendarahan pada saat persalinan. Apabila terjadi pada anak-anak resikonya adalah kecerdasan anak akan berkurang.

Untuk itu segara lakukan penanganan yang cepat ketika mulai terlihat gejala-gejala anemia, agar tidak terjadi hal buruk pada diri anda.

Posted in Penyebab Anemia | Tagged , , | Leave a comment

Penyebab Anemia Pada Wanita

Penyebab Anemia Pada Wanita  – Ada beberapa penyebab anemia yang terjadi pada wanita yang sering terjadi. Penyebab tersebut bisa berakibat fatal bagi wanita yang sedang mengalaminya jika tidak dilakukan penanganan secepat mungkin. Ada berbagai macam jenis penyakit anemia pada wanita tergantung kondisi pada wanita tersebut.

penyebab anemia pada wanita

Namun dalam hal ini anemia memiliki sifat yang relatif, tetapi penyebab anemia menjadi point utama yang dimana awal terjadinya penyakit anemia itu sendiri. Mengenai hal diatas tersebut dapat dikatakan sebagai penyebab utama penyakit anemia. penyakit anemia merupakan penyakit yang dapat diatasi dengan mudah namun hanya saja penyakit anemia ini sangat rentan dan dapat dengan tiba-tiba datang. Untuk itu mengetahui penyebab anemia ini sangat dianjurkan.

Berikut Beberapa Hal Penyebab Anemia pada Wanita 

Penyakit anemia sangat sering terjadi pada wanita dan intensitanya jauh lebih besar, apalagi dengan mereka yang melakukan pekerjaan yang ekstra , dengan begitu penyebab anemia dapat timbul dengan cepat seiring dengan kondisi tubuh yang tidak benar-benar fit.

Ada beberapa penyebab anemia pada wanita itu dapat terjadi, antara lain :

sel darah merah

  • Pada umumnya penyakit anemia banyak dialami oleh kebanyakan wanita yang mengalami kurangnya zat besi, semua ini terjadi karena wanita lebih banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung nabati dibanding dengan mengkonsumsi makanan dari protein hewani. Padahal dengan seimbang mengkonsumsi makanan nabati dan hewani dapat mengurangi adanya penyebab anemia.
  • Kekurangan zat besi merupakan faktor penyebab anemia pada wanita terjadi, dan faktor penyebab utama penyakit anemia yaitu kurangnya zat besi. Dan yang harus wanita tahu bahwa zat besi merupakan unsur gizi yang akan dapat membantu komponen Hb atau sel darah merah.
  • Wanita biasanya lebih memperhatikan penampilan fisik dari pada proses kesehatan jasmani. Kebanyakan wanita lebih memilih diet untuk mendapatkan tubuh yang ideal akan tetapi banyak wanita yang lupa bahwa memberikan kebutuhan hewani untuk zat besi yang dibutuhkan oleh tubuh untuk menghasilkan sel darah merah. Diet tersebut bisa menjadi penyebab anemia.
  • Biasanya wanita akan jarang mengkonsumsi makanan yang dibutuhkan untuk metabolisme darah serta penyebab anemia akan terjadi pada saat haid setiap bulan yang tidak diimabngi dengan asupan makanan yang mengandung zat besi untuk sel darah merah.

Hal tersebut diatas adalah pengetahuan yang sangat penting dan bermanfaat bagi wanita untuk lebih mengetahui apa yang di maksud dengan anemia. mengapa wanita harus tahu tentang penyakit anemia? karena penyakit anemia sangat rentan terjadi pada wanita, terutama wanita pada masa subur. Tidak hanya wanita pada masa subur, penyakit anemia juga dapat terjadi pada wanita yang masih belia. Namun tak banyak yang memahami dengan penyebab anemia, sebab mereka hanya berpendapat bahwa pada usia yang masih belia belum tentu dapat mengalami hal tersebut.

Jenis dan Penyebab Anemia

Iron Deficiency anemia

Iron Deficiency anemia adalah kekurangan zat besi di dalam tubuh. Sumsum tulang sangat membutuhkan zat besi untuk membuat Hb. Dengan jumlah zat besi yang tidak mencukupi, tubuh tidak dapat memproduksi hemoglobin yang cukup untuk sel darah merah.

Vitamin Deficiency Anemia

Zat besi merupakan tambahan untuk tubuh, namun tubuh juga membutuhkan folat dan vitamin B12 untuk dapat menghasilkan sel darah merah yang cukup. Asupan makanan yang mengandung zat yang rendah dan asupan nutrisi penting lainnya dapat menyebabkan penurunan jumlah sel darah merah. Vitamin B12 yang berfungsi sebagai tambahan tidak dapat dengan mudah diserap bagi sebagian orang.

Anemia Asplastik

Anemia Asplastik disebabkan oleh berkurangnya atau hilangnya sel darah merah dari dalam tubuh. penyakit anemia jenis ini dapat terjadi karena cedera tertentu atau kecelakaan sehingga darah yang membentuk jaringan di dalam sumsum tulang sudah hancur. Oleh sebab itu, penderita anemia jenis ini akan mengalami kesulitan melawan infeksi dan akan mudah mengalami pendarahan.

Gejala dan tanda-tanda anemia jenis ini yaitu badan akan lesu, wajah pucat, warna atau bercak keunguan atau kemerahan pada kulit, yang disebabkan pendarahan di bawah kulit, Pendarahan, jantung berdetak lebih cepat, terjadinya infeksi, gagal jantung kongesif, jantung tidak dapat memompa darah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh.

Pola hidup sehat

Cara Untuk Mengatasi Penyebab Anemia Pada Wanita :

  1. Mengkonsumsi makanan yang bergizi dan mengandung zat besi yang cukup seperti dengan mengkonsumsi sayur-sayuran hijau yitu kacang kedelai, bayam, hati dan makanan lain yang mengandung zat besi.
  2. Sebaiknya anda mulai menghindari anggapan bahwa makanan yang mengandung zat besi dapat mempercepat proses penggemukan badan.
  3. Selalu menjaga kondisi tubuh dan selalu konsumsi vitamin penambah darah
  4. Pola hidup yang sehat dan olahraga secara teratur.
  5. Sebisa mungkin hindari aktivitas yang menguras tenaga secara berlebih, karena hal tersebut dapat menimbulkan kelelahan pada tubuh.

Sebenarnya penyakit anemia pada wanita ini dapat diatasi dengan mudah apabila kita khususnya kaum wanita dapat menerapkan cara diatas dalam rutinitas setiap hari.

 

Posted in Penyebab Anemia | Tagged , | Leave a comment

Penyebab Anemia Pada Kehamilan

Penurunan ringan kadar hemoglobin selama kehamilan dijumpai pada wanta sehat yang tidak mengalami defisiensi zat besi atau folat. Penyebab anemia pada kehamilan ini adalah ekspansi volume plasma yang lebih besar daripapda peningkatan massa hemoglobin dan volume sel darah merah yang terjadi pada kehamilan normal. Pada awal kehamilan dan menjelang aterm, kadar hemoglobin kebanyakan wanita sehat dengan simpanan zat besi adalah 11 g/dL atau lebih. Konsentrasi hemoglobin lebih rendah pada pertengahan kehamilan.. Oleh karena itu, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mendefinisikan anemia sebagai kadar hemoglobin yang lebih rendah dari 11 g/dL pada trisemester pertama dan ketiga, dan kurang dari 10,5 g/dl pada trisemeter kedua.

Dua kausa penyebab anemia pada kehamilan dan nifas tersering adalah defisiensi zat besi dan kehilangan darah akut. Tidak jarang keduanya berkaitan erat karena kehilangan darah akut. Tidak jarang keduanya berkaitan erat karena kehilangan darah dalam jumlah besar disertai hilangnya zat besi hemoglobin serta habsnya simpanan zat besi pada n satu kehamilan dapat menjadi kausa penting anemia defisiensi zat besi pada kehamilan selanjutnya.

Pada gestasi tipikal dengan satu janin, kebutuhan total ibu akan zat besi yang dipicu oleh kehamilan rata-rata mendekati 1000 mg yang akan jauh melebihi simpanan zat besi sebagian besar wanita. Kecuali jika perbedaan antara jumlah simpanan zat besi yang tersedia ke dibu dan kebutuhan zat besi pada kehamilan normal dikompensasi oleh penyerapan zat besi dar saluran cerna, maka akan terjadi anemia defisiensi zat besi. Karena jumlah zst besi yang disalurkan ke janin dari ibu defisiensi zat besi tidak jauh berbeda dari jumlah yang secara umum normal dialihkan, amaka neonates dari ibu yang mengalami anemia berat tidak menderita anemia defisiensi zat besi.

Penyebab anemia pada kehamilan lain adalah penyakit kronik.  Sebagian diantaranya adalah penyakit ginjal kronik, penyakit usus meradang, lupus eritemoatosus sistemik, infeksi granulomatosa, neoplasma ganas, dan arthritis rheumatoid. Anemia ini biasanya semakin intensif seiring dengan bertumbuhnya volume plasma yang melebihi ekspansi massa sel darah merah. Anemia pada penyakit kronik berespons terhadap pemberian eritropoietin rekombinan. Obat ini telah berhasil digunakan untuk mengobati anemia pada insufusienswi ginjal kronis, peradangan kronik, dan keganasan. Beberapa wanita hamil yang emngalami anemia yang disebabkan oleh insufisiensi ginjal kronik. Meskipun massa sel darah merah biasanya meningkat selama beberapa minggu, namun dapat timbul efek samping eritropoietin rekombinan yaitu hipertensi, yang sudah sering terjadi pada para wanita ini. Selain ini, satu dari lima wanita yang diterpai mengalami solusio plasenta.

Penyakit anemia menyebankan jaringan tubuh akan terhambat. Hal ini akan menghambat respirasi sel sehingga energy yang dihasilkan berkurang. Akibatnya timbullah gejala-gejala lesu, merasa dingin, telinga mendenging,, sakit kepala, pusing, jantung berdebar, serta muka dan kulit pucat.

Posted in Penyebab Anemia | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyebab Anemia Pada Bayi

Suatu saat di antara usia enam dan dua belas bulan, banyak anak yang menjadi anemik. Dan pemeriksaan terhadap adanya anemia rutin dilakukan karena bayi-bayi yang mengalami anemia ringan biasanya tetap tampak sehat dan aktif, dan tidak menunjukkan gejala-gejala seperti yang sering timbul pada orang dewasa dan satu-satunya cara untuk mengungkapkan adanya masalah ini adalah dengan menentukan kadar hemoglobin dalam darah.

Jika hemoglobin (protein dalam sel darah merah yang berfungsi penting dalam menyebarkan oksigen) berada dalam kadar yang rendah berarti terjadi anemia.

Sekarang ini, karena orang sudah memperhatikan soal penambahan zat besi hanya 2 atau 3 dari 100 bayi dari kalangan ekonomi menengah yang mengalami anemia, sehingga pemeriksaan rutin terhadap anemia sudah tidak mutlak perlu lagi.

Namun demikian sebagai tindakan pencegahan, banyak dokter yang tetap melaksanakan tes (pada usia antara 6 dan 9 bulan bagi bayi dengan berat lahir rendah dan antara 9 dan 12 bulan bagi bayi lainnya).

Para bayi kadang-kadang lahir anemik dan biasanya disebabkan karena hilangnya sel-sel darah merah karena perdarahan, menghancurya sel-sel karena masalah ketidakcocokan jenis darah atau karena penyakit yang diturunkan misalnya penyakit sel sikel atau thalasemia.

Posted in Penyebab Anemia | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Penyebab Anemia Sel Sabit

Anemia sel sabit adalah anemia hemolitika yang terjadi secara genetik dan sifatnya homosigot yang timbul pada 1 dari 600 orang kulit hitam di Amerika Serikat. Kemampuan sel darah merah yang berbentuk sabit untuk melewati pembuluh-pembuluh darah kecil menjadi terganggu, mengakibatkan vaso-okulasi yang pada akhirnya mengarah ke manifestasi protan dari penyakit ini yaitu kerusakan organ yang meluas.

Dalam prosesnya, anemia sel sabit mungkin bisa mengakibatkan terjadinya nekrosis pada beberapa daerah di maksila atau mandibula. Banyak anak dibawah usia 6-7 tahun yang menderita penyakit ini menerima antibiotik profilaksis misalnya penisilin.

Infeksi merupakan ancaman yang menakutkan bagi pera penderita anemia sel sabit dan tindakan bedah mulut memerlukan konsultasi medis yang berkaitan dengan pemberian atau perubahan terapi antibiotik profilaktik.

Infeksi adalah penyebab kematian yang paling lazim pada anak-anak yang menderita anemia sel sabit. Demam tanpa suatu fokus merupakan tanda lazim terdapatnya sepsis atau meningitis yang disebabkan oleh pneumokokus pada penderita anemia sel sabit.

Posted in Penyebab Anemia | Tagged , , , , | Leave a comment

Penyebab Anemia Defisiensi Zat Besi

Di negara berkembang, anemia karena defisiensi zat besi berkaitan dengan fungsi reproduktif yang buruk, proporsi kematian (insidens berat badan lahir rendah, berat bayi < 2,5 kg pada saat lahir) yang tinggi dan malnutrii intrauteri. Anemia karena defisiensi aat besi pada anak-anak mengganggu kemampuan belajar mereka di sekolah. Bukti yang tersedia menunjukkan gangguan pada perkembangan psikomotor dan kemampuan intelektual serta perubahan perilaku setelah terjadi anemia defisiensi zat besi.

Anemia defisiensi zat besi sangat menurunkan kapasitas kerja individual bahkan anemia karena defisiensi zat besi dalam derajat yang ringan sekalipun dapat menurunkan kemampuan latihan fisik yang singkat tetapi intensif.

Sejumlah penelitian yang dilakukan terhadap para buruh pria yag bekerja pada perkebunan karet di Indonesia dan terhadap para buruh wanita yang bekerja pada perkebunan teh di Srilanka menunjukkan penurunan produktivitas pada individu yang mengalami defisiensi zat besi jika dibandingkan dengan orang sehat.

Penyebab utama anemia karena defisiensi zat besi, khususnya di begara berkembang adalah konsumsi gizi yang tidak memadai. Banyak orang bergantung hanya pada makanan nabati yang memiliki absorpsi zat besi yang buruk dan terdapat beberapa zat dalam makanan tersebut yang mempengaruhi absorpsi besi.

Posted in Penyebab Anemia | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Penyebab Anemia Gagal Ginjal Kronik

Mekanisme yang paling penting adalah penurunan eritropesis sumsum tulang. Penurunan produksi sel darah merah oleh sumsum tulang mungkin sekunder akibat penurunan eritropoetin atua akibat adanya gangguan aktivitas eritropoetik oleh rabun uremik.

Selain itu ada bukti yang menunjukkan bahwa aktivitas parathormon yang berlebihan dapat menghambat eritropoesis pada beberapa penderita gagal ginjal dan hiperparatiroidisme sekunder. Ada komponen hemolitik juga pada insufisiensi ginjal berat, tetapi biasanya ringan dan tunggal dimana produksi sumsum tulang yang normal dapat mengkompensasi. Kadang-kadang pasien dapat mengalami splenomegali dan hemolisis berat.

Waspadalah bahwa pasien-pasien dengan dialisis kronis memiliki berbagai mekanisme anemia lain :

1. Defisiensi besi (perdarahan ke dalam koil, flebotomi, perdarahan saluran cerna)

2. Defisiensi folat (asam folat dapat dihemodialisis)

3. Hemolisis mikroangiopatik (sebagian penderita dengan glomerulopati, sindroma uremik hemolitik)

Anemia gagal ginjal berat (dialisis) sangat bervariasi (rendah dalam angka belasan hingga memerlukan transfusi sampai pertengahan 30-an)

Posted in Penyebab Anemia | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Penyebab Anemia Pada Ibu Hamil dan Anak

Siapa saja yang beresiko anemia? Beberapa faktor resiko anemia antara lain :

1. Kehilangan darah

Seperti pada periode menstruasi dan pendarahan yang hebat. Kehilangan darah dapat menyebabkan zat besi hilang lebih banyak dari dalam tubuh.

2. Kehamilan dan Menyusui

Sampai saat melahirkan, wanita hamil butuh zat besi sekitar 40mg per hari atau dua kali lipat kebutuhan kondisi saat tidak hamil. Dan ibu menyusui butuh tambahan zat besi 2 mg per hari.

3. Pola Makan

Pola makan tidak teratur, diet ketat dan rendahnya zat besi dalam asupann makanan sehari-hari menyebabkan tubuh tidak dapat memproduksi sel darah merah yang cukup. Pola makan vegetarian yang ketat juga mempunyai resiko tidak mendapatkan cukup zat besi dan vitamin B12 dalam pola makan sehari-harinya.

4. Riwayat Kesehatan Keluarga

Seseorang mempunyai resiko terkena anemia lebih tinggi apabila ada riwayat anemia dalam keluarga.

5. Gangguan Fungsi Organ Dalam

Adanya gangguan fungsi sumsum tulang, pankreas, usus, ginjal atau hati dapat menyebabkan gangguan proses metabolisme zat besi dalam tubuh.

6. Alkohol

Alkohol menyebabkan turunnya penyerapan zat besi dalam tubuh.

7. Anak Balita (Bawah Usia 5 tahun)

1 dari antara 3 balita di Indonesia menderita anemia. Resiko defisiensi zat besi pada balita paling tinggi terjadi pada anak usia 6-24 bulan.

Diberhentikannya ASI secara dini, pemberian susu formula yang tidak difortifikasi zat besi, serta kekurangan sumber zat besi pada makanan padat merupakan faktor penyebab anemia defisiensi zat besi pada anak.

Pada usia ini, anemia defisiensi besi dapat menyebabkan :

– Terganggunya fungsi kognitif dan perkembangan psikomotorik.

– Terganggunya pertumbuhan

– Menurunnya daya tahan tubuh terhadap penyakit

 

Posted in Penyebab Anemia | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Penyebab dan Pencegahan Anemia

Anemia atau orang awam lebih mengenal penyakit ini sebagai gejala kurang darah, yang gejalanya adalah sering sakit kepala, pusing, mata berkunang-kunang, penurunan nafsu makan, dan tubuh cepat merasa lelah. Jika mengalami gejala tersebut, jangan dianggap enteng, mengingat pengaruh penyakit anemia pada kesehatan sangat besar, bahkan bisa mengakibatkan kematian. Anemia terjadi karena kurangnya zat besi dalam tubuh yang menyebabkan kadar hemoglobin (Hb) dalam darah kurang normal. Padahal tubuh kita membutuhkan nutrisi dalam jumlah yang banyak, salah satunya adalah zat besi.

Bila zat besi dalam tubuh tidak sesuai kebutuhan, maka akan terjadi anemia. Kurangnya zat besi dalam tubuh bisa terjadi karena berbagai sebab. Pada bayi, kemungkinan disebabkan oleh prematuritas, atau bayi yang terlahir dari seorang ibu yang menderita kekurangan zat besi. Pada anak-anak, bisa disebabkan oleh asupan makanan yang kurang mengandung zat besi. Sedangakan pada orang dewasa kekurangan zat besi disebabkan oleh perdarahan menahun atau berulang-ulang, yang berasal dari semua bagian tubuh. Sering lupa makan, kurang tidur, dan terlalu capek, juga merupakan sebagai penyebab anemia. Kondisi ini bisa bertambah parah bila asupan makanan tidak memenuhi gizi yang cukup.

Hemoglobin terdapat dalam sel darah merah dan bertugas membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh bagian tubuh. Berkurangnya hemoglobin di dalam darah akan mengakibatkan tubuh kekurangan oksigen. Gejalaanya adalah badan menjadi lemah, letih, lesu, lelah, dan lunglai. Wajah tampak pucat, mata berkunang-kunang, berkurangnya nafsu makan. Akibatnya produktivitas menurun, vitalitas kebugaran tubuh menurun, rentan terhadap penyakit, dapat mengakibatkan kelahiran pada bayi dengan berat badan rendah atau bahkan prematur, serta memperbesar resiko kematian.

Anemia memiliki banyak jenis dan beberapa diantara tidak dapat dicegah. Namun anemia masih bisa dicegah dan diatasi dengan mencukupi kebutuhan tubuh akan vitamin, zat besi dan sumber makanan yang dapat membantu memberikan stamina dan semakin memperbesar produksi sel darah merah yang sehat.

Berikut ini ada beberapa tips untuk mencegah anemia, diantaranya adalah :

1. Zat besi

Zat besi merupakan sumber atau unsur senyawa alami yang sangat dibutuhkan oleh tubuh sebagai media penghasil dan pembentuk sel darah merah yang sehat. Sumber zat besi ini mudah sekali didapat seperti pada daging sapi, ikan, buah dan sayuran hijau, dan kacang-kacangan.

2. Asam folat

Asam folat merupakan rangkaian atau komponen dari asam enssensial sebagai pelengkap dari kebutuhan gizi tubuh. Asam folat sangat dibutuhkan terutama untuk ibu hamil, bayi dan anak-anak, hal ini dilatar belakangi sebagai alasan asam folat mencegah kerusakan otak pada anak. Asam folat mudah di dapat dari jus jeruk, buah-buahan seperti pisang, sayuran hijau tua, kacang polong, roti sereal dan pasta.

3. Penuhi kebutuhan vitamin B12 yang banyak terdapat pada daging dan susu

4. Vitamin C. Vitamin C sangat baik bagi tubuh untuk membantu penyerapan zat besi dalam metabolisme tubuh, tubuh yang kekurangan vitamin C akan terlihat kering dan dapat memicu penurunan produksi sel darah merah. Vitamin banyak terdpat pada jenis buah-buahan yang berkulit orange dan merah seperti jeruk, buah beri, pepaya, apel, mangga dll.

Sebagai tambahan jika dilakukan pemeriksaan lebih lanjut pada dokter ahli gizi, biasanya seseorang yang terserang anemia akan diberikan beberapa jenis suplemen sebagai penunjang dari kebutuhan tubuh akan zat besi. Dokter juga akan menyarankan untuk memenuhi kebutuhan zat besi secara seimbang, karena apabila tubuh kekurangan atau kelebihan zat besi akan membahayakan tubuh dan produksi sel darah yang sehat menjadi tidak seimbang.

Posted in Penyebab Anemia | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Anemia Pada Anak

Sakit anemia mungkin hanya mendera pada orang dewasa saja, namun sebenarnya sakit anemia dapat menyerang siapa saja termasuk pada anak-anak.

Menurut World Health Organization (WHO), anemia pada anak berdampak pada terganggunya tumbuh kembang anak, seperti daya tangkap yang kurang sehingga menurunnya tingkat kecerdasan anak, dan kurang bergairah dalam melakukan aktivitas anak pada umumnya.

Berikut ini ada beberapa ciri-ciri anak yang menderita anemia :

1. Anak terlihat lemah, lelah, letih dan lesu
2. Menurunnya daya pikir, akibatnya sulit berkonsentrasi
3. Mata berkunang-kunang
4. Daya tahan tubuh menurun yang ditandai dengan gampang sakit.

Untuk mencegah agar anak terhindar dari anemia, ada baiknya anak banyak mendapatkan asupan makanan dengan gizi yang seimbang, serta suplemen alamiah.

Posted in Penyebab Anemia | Tagged , , , , , , | Leave a comment